Transformasi Pendidikan: MAN 6 Jakarta Gelar Pelatihan Intensif Penyusunan Modul Ajar “Deep Learning” dalam Bingkai Kurikulum Berbasis Cinta

Jakarta Timur (07/01/2026) – Suasana antusias mewarnai Aula MAN 6 Jakarta pada Rabu pagi ini. Segenap tenaga pendidik berkumpul untuk mengikuti agenda strategis di awal tahun 2026, yakni “Pelatihan Penyusunan Modul Ajar dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).” Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi madrasah dalam merespons dinamika pendidikan modern yang tertuang dalam KMA 1503 Tahun 2025.

Menghadirkan Ekosistem Penuh Cinta

Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli, Ibu Susiana Manisih, selaku Pengawas Madrasah Aliyah Jakarta Timur sekaligus Tim Pengembang PKB GTK Madrasah Kemenag RI. Dalam sesi pembukaannya, beliau menekankan bahwa pendidikan hari ini menghadapi tantangan besar: bagaimana menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kematangan emosional dan spiritual.

“Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar jargon, melainkan sebuah gerakan untuk mengubah ekosistem madrasah. Kita ingin menggeser paradigma dari sekadar menuntaskan materi menjadi menyentuh hati siswa. Pendidikan harus mindful, meaningful, dan joyful,” ujar Ibu Susiana di hadapan para peserta.

Bedah Materi: Dari Panca Cinta hingga Alur ARKA

Inti dari pelatihan ini adalah teknis penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam). Para guru diajak untuk meramu perangkat pembelajaran yang tidak kaku, melainkan hidup dengan nilai-nilai Panca Cinta:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya: Menjadikan nilai spiritual sebagai fondasi utama.
  2. Cinta Diri: Mengajarkan siswa menerima dan menghargai potensi diri sendiri.
  3. Cinta Sesama: Memupuk empati, toleransi, dan gotong royong.
  4. Cinta Lingkungan: Membangun kesadaran ekologis dan pelestarian alam.
  5. Cinta Tanah Air: Menanamkan jiwa nasionalisme yang kuat.

Salah satu poin menarik dalam pelatihan ini adalah pengenalan alur pembelajaran ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konsep, Aplikasi) sebagai metode Deep Learning.

  • Aktivitas: Siswa diajak mengalami langsung (experiential learning).
  • Refleksi: Menggali makna dari pengalaman tersebut.
  • Konsep: Penanaman materi inti yang relevan.
  • Aplikasi: Penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari (aksi nyata).

Dengan alur ini, guru MAN 6 Jakarta diharapkan tidak lagi mendominasi kelas dengan ceramah, melainkan menjadi fasilitator yang memantik daya kritis dan kreativitas siswa melalui studi kasus, proyek, dan diskusi mendalam.

Komitmen Guru MAN 6 Jakarta

Kepala MAN 6 Jakarta menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah konkret peningkatan kompetensi guru. “Di tahun 2026 ini, kami berkomitmen agar modul ajar yang disusun bapak/ibu guru tidak hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi menjadi peta jalan yang menuntun siswa menemukan versi terbaik dirinya,” ungkapnya.

Para peserta terlihat aktif melakukan simulasi penyusunan modul, mulai dari membedah Capaian Pembelajaran (CP) hingga menurunkannya menjadi aktivitas kelas yang menyenangkan namun tetap berbobot.

Harapan ke Depan

Melalui pelatihan ini, MAN 6 Jakarta optimis dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter humanis (memanusiakan manusia), nasionalis (cinta negeri), naturalis (peduli alam), dan teologis (taat beragama).

Semoga ikhtiar hari ini menjadi ladang amal jariyah bagi para pendidik dan membawa keberkahan bagi seluruh civitas akademika MAN 6 Jakarta.

Foto: Dokumentasi Kegiatan 07 Januari 2026