Langsung ke konten utama

Kurikulum Berbasis Cinta

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

❤ Program Unggulan ke-7

Kurikulum Berbasis Cinta adalah pendekatan dari Kementerian Agama untuk menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa. MAN 6 Jakarta Timur menerapkannya dalam pembelajaran dan pembiasaan sehari-hari.

KBC bukan mata pelajaran baru. Nilai cinta diintegrasikan ke dalam mata pelajaran dan kegiatan yang sudah ada, dan keberhasilannya dilihat dari perubahan sikap dan perilaku, bukan hanya nilai.
Lihat halaman KBC di Aplikasi SuperPenjelasan bergambar, video resmi Kemenag, dan tautan sumber ada di Aplikasi Super.

Buka halaman KBC →

Empat arah cinta

Cinta kepada Tuhan (Hablum Minallah)Menumbuhkan keimanan, ibadah, dan akhlak. Di madrasah tercermin lewat pembiasaan keagamaan dan program seperti Kajian Hadits Arbain.
Cinta kepada sesama (Hablum Minannas)Saling menghormati, toleran, dan peduli. Dibiasakan lewat kerja sama kelas, budaya sekolah aman, dan layanan konseling.
Cinta kepada lingkungan (Hablum Bi’ah)Menjaga alam dan kebersihan. Terwujud dalam Adiwiyata, Smart Garden, dan gerakan mengurangi sampah plastik seperti SI HIDRA.
Cinta kepada bangsa (Hubbul Wathan)Bangga sebagai warga Indonesia, menjunjung persatuan dan moderasi beragama dalam kegiatan kebangsaan madrasah.

Apa artinya bagi kita?

Bagi siswaBelajar dengan suasana yang ramah dan menghargai. Siswa dilatih berempati, bekerja sama, dan bertanggung jawab.
Bagi orang tuaPendidikan karakter berjalan seiring antara madrasah dan rumah. Komite dan orang tua menjadi mitra.
Bagi guruGuru menjadi teladan dan mengintegrasikan nilai cinta ke dalam pembelajaran dengan metode yang menyenangkan.

Video resmi Kemenag

Kurikulum Berbasis Cinta: Mencetak Cendekiawan, Bukan Sekadar Pintar (Kemenag RI)
Belajar Mandiri Kurikulum Berbasis Cinta melalui MOOC PINTAR (pintar.kemenag)

Sumber resmi: Panduan Kurikulum Berbasis Cinta (Keputusan Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025) · Apa itu Kurikulum Cinta (Pendis Kemenag) · Kurikulum Berbasis Cinta untuk pendidikan lebih humanis

Aduan & Saran